Langsung ke konten utama

Postingan

Resensi buku

Resensi Buku "Mengukur Jalan, Mengulur Waktu" Peresensi Ade Firda Rosiana Judul Buku: Mengukur Jalan, Mengulur Waktu Penulis: Yopi Setia Umbara Cetakan: Desember, 2015 Penerbit: Gambang Buku Budaya, Yogyakarta Tebal: viii +61 halaman (56 puisi) ISBN: 978-602-72761-6-1 Yopi Setia Umbara lahir di Bandung, 30 Maret 1984. Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Pendiri Jalan Teater dan  buruan.co . Puisinya tergabung dalam al.  Herbarium  (2007),  142 Penyair Menuju Bulan  (2007),  Tanah Pilih  (2008),  Di Atas Viaduct  (2009),  Pedas Lada Pasir Kuarsa  (2009),  Berjalan ke Utara  (2009),  Percakapan Lingua Franca  (2010), dll. Buku pertama yang telah diterbitkan yaitu buku kumpulan puisi yang berjudul "Mengukur Jalan, Mengulur Waktu".  Bagi kalian yang senang membaca puisi buku ini tepat sekali untuk d...
Postingan terbaru

Puisi

Sepucuk Cinta Karya : Ade Firda Rosiana Dia manusia yang luar biasa Tak ada lagi sosok seperti dia Kalau pun memang ada Aku tidak akan menduakannya Jatuh cinta padanya.. Sungguh, tak pernah ku pikirkan sebelumnya Bagaimana tidak mencintainya Lelaki itu memiliki segalanya Apa yang dimilikinya Bukan soal harta atau tahta Tetapi, dia yang selalu ada Ada disaat aku membutuhkannya Rasa egois yang dimilikinya Berbeda makna dengan kenyataanya Dia yang tidak peduli dengan dirinya Dan orang lain yang dipedulikannya Terheran aku dibuatnya Takjub dengan dirinya Siapa dia sebenarnya? Lagi-lagi, aku dibuat jatuh cinta padanya

Puisi

Salah Karya : Ade Firda Rosiana Melihat pun tidak Mendengar pun jarang Berbicara pun tak pernah Lantas apa yang kamu tahu? Hanya bisa beropini Tanpa berpikir kembali Kamu yang percaya diri Tidak mengenal dia dengan hati

Puisi

Ruang Berbeda Karya : Ade Firda Rosiana Pulang ada yang menunggu Gelisah ada yang menenangkan Takut ada yang menjaga Menangis ada yang memeluk Saat mata terbuka Terlihat jendela yang sama Matahari pun ikut menyapa Melukis senyum dibibir ini Indah sekali waktu itu Hangat yang dirasa Aroma yang membuat rindu Membuat sulit untuk melupakannya Kini tidak lagi sama Membuka mata pun takut Hanya ada langit yang gelap Dan gemuruh suara yang menakutkan Saat tubuh ini kedinginan Tak ada lagi yang memberi pelukan Saat jiwa ini mulai rapuh Tidak ada lagi yang peduli Sulit sekali untuk dimengerti Tapi ini lah drama kehidupan Semua sudah mendapatkan peran Dan tuhan yang menentukan

Puisi

Pergi Karya : Ade Firda Rosiana Hanya ingin enaknya saja Ingin menikmati tanpa berproses Melihat tanpa ada niatan Berbicara tanpa ada arti Saat matahari menyapa Dia masih tertunduk dalam mimpinya Bangun hanya menikmati segelas kopi Tanpa ada keinginan untuk pergi Yang lain sudah memberanikan diri Melangkahkan kaki selangkah demi selangkah Walau harus dengan merangkak  Tujuan itu harus segera dipijak Dan pada akhirnya  Kini tidak ada lagi waktu untuk berdiam Keluarlah dari dunia yang memanjakan ini Lihat dunia yang kejam di luar sana Ada dua orang yang menunggumu  Mereka dulu memberikan segalanya padamu Tapi tidak dengan sekarang Yang terlihat hanya tubuh yang lemah dan kulit yang keriput Kini saatnya dirimu yang memberikan semua itu Pergi dan wujudkan Niatkan dengan tulus  Tidak lupa meminta doa agar kamu terjaga